
Seni tradisi tidak boleh dibiarkan menjadi artefak museum yang sunyi. Ia harus bernapas, bertransformasi, dan berdialog dengan generasi hari ini.
Dalam pementasan Festival Wayang Nusantara di Surakarta, Selara Creative membuktikan bahwa tata panggung audio-visual kontemporer tidak mereduksi kesakralan filosofi wayang, melainkan memperkuat daya gugahnya di mata penonton muda.
Ketika budaya dirayakan secara dinamis, ia menjadi motor penggerak ekonomi kreatif lokal yang melibatkan ribuan perajin, pedagang kuliner, dan seniman daerah.
Tim Kurasi Selara Creative
Publikasi riset independen dari tim LINKAR & CV Rantai Usaha Nusantara.




